Bawaslu Luwu Utara Dorong Pemilihan Ketua OSIS Serentak Jadi Laboratorium Demokrasi Pelajar
|
LUWU UTARA — Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Utara, Tasran, melakukan koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan terkait rencana pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) secara serentak di satuan pendidikan.
Koordinasi tersebut merupakan bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Luwu Utara mendorong pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS yang tidak hanya menjadi agenda rutin sekolah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan demokrasi bagi para pelajar.
Dalam koordinasi tersebut, Bawaslu membahas pentingnya penyelenggaraan pemilihan Ketua OSIS yang mengedepankan prinsip demokratis, transparan, jujur, adil, serta memberikan ruang partisipasi yang luas kepada seluruh siswa.
Tasran mengatakan, pemilihan Ketua OSIS dapat menjadi momentum strategis untuk mengenalkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda sejak dini.
“Pemilihan Ketua OSIS serentak ini bukan sekadar memilih ketua organisasi di sekolah. Ini merupakan ruang pembelajaran demokrasi bagi siswa. Mereka dapat belajar bagaimana proses pencalonan, kampanye, pemungutan suara, sampai dengan penetapan hasil dilakukan secara demokratis, jujur dan bertanggung jawab,” ujar Tasran.
Menurutnya, sekolah merupakan salah satu tempat yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, praktik demokrasi di lingkungan sekolah perlu diarahkan agar dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai pentingnya menghargai pilihan, perbedaan pendapat, serta menjaga integritas dalam proses pemilihan.
Tasran menambahkan, Bawaslu Luwu Utara siap mengambil peran sesuai dengan tugas dan kewenangannya dalam memberikan pendidikan pengawasan kepemiluan kepada pelajar.
“Kami ingin nilai-nilai pengawasan dan demokrasi itu tumbuh dari lingkungan sekolah. Siswa perlu dikenalkan bahwa dalam setiap proses pemilihan ada aturan yang harus dipatuhi, ada hak yang harus dihormati, dan ada tanggung jawab yang harus dijalankan. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal mereka ketika kelak menjadi pemilih maupun bagian dari penyelenggaraan demokrasi,” jelasnya.
Ia berharap koordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan dapat memperkuat sinergi antara Bawaslu dan dunia pendidikan dalam mengembangkan pengawasan partisipatif, khususnya di kalangan generasi muda.
Pemilihan Ketua OSIS secara serentak juga dinilai dapat menjadi media yang efektif untuk membangun budaya demokrasi di sekolah. Para siswa tidak hanya menjadi peserta pemilihan, tetapi juga dapat dilibatkan dalam berbagai tahapan sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan sekolah.
“Demokrasi harus dibiasakan. Kalau sejak di sekolah siswa sudah belajar memilih secara langsung, memahami aturan, menolak praktik-praktik yang tidak baik, serta menghargai hasil pemilihan, maka kita sedang menyiapkan generasi yang sadar demokrasi dan memiliki integritas,” pungkas Tasran.
Melalui koordinasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Luwu Utara berharap pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS serentak dapat menjadi ruang pendidikan demokrasi yang nyata, sekaligus memperkuat kesadaran pelajar sebagai bagian dari generasi penerus bangsa yang memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Luwu Utara
Editor: Humas Bawaslu Luwu Utara