Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Luwu Utara: Perkuat Kelembagaan dan Tanamkan Nilai Demokrasi di Bulan Ramadhan

Ngabuburit Pengawasan

Luwu Utara – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Luwu Utara melaksanakan kegiatan Ngabuburit Pengawasan dengan tema “Penguatan Tata Kelola Kelembagaan Bawaslu – Implementasi Demokrasi Secara Kaffa” pada Jumat, 6 Maret 2026 di Kantor Bawaslu Kabupaten Luwu Utara.

Kegiatan ini merupakan program Bawaslu RI yang dilaksanakan secara serentak oleh Bawaslu Provinsi serta Bawaslu Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia selama bulan suci Ramadhan.

Program ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan Bawaslu melalui kegiatan yang selaras dengan nilai-nilai Ramadhan, sekaligus memperkuat komitmen pengawasan demokrasi pada masa non tahapan pemilu.

Di Bawaslu Kabupaten Luwu Utara, kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan dan staf Bawaslu Luwu Utara serta menghadirkan tamu undangan dari Polres Luwu Utara dan masyarakat pegiat demokrasi.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Luwu Utara, Nurmaidah, yang menyampaikan bahwa kegiatan Ngabuburit Pengawasan merupakan mandat dari Bawaslu RI.

“Kegiatan ini merupakan mandat dari Bawaslu RI untuk menguatkan posisi kelembagaan Bawaslu di bulan Ramadhan, khususnya pada masa non tahapan,” ujar Nurmaidah saat membuka kegiatan.

Koordinator Divisi Bawaslu Luwu Utara, Supriadi, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan lembaga menghadapi tahapan pemilu yang akan datang.

“Melalui kegiatan ini, Bawaslu menegaskan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat berjalan selaras dengan demokrasi di bulan Ramadhan. Fase non tahapan harus dimaksimalkan untuk memperkuat kesiapan menghadapi tahapan pemilu yang akan dimulai pada tahun 2027.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang memperkuat soliditas Bawaslu sekaligus mempererat kolaborasi dengan masyarakat pegiat pemilu demi demokrasi yang lebih baik ke depan,” jelas Supriadi.

Anggota Bawaslu Kabupaten Luwu Utara, Tasran, turut menambahkan bahwa kegiatan Ngabuburit Pengawasan menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen pengawasan bersama masyarakat.

“Ngabuburit Pengawasan ini menjadi momentum bagi Bawaslu untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat pegiat demokrasi. Melalui diskusi santai namun bermakna di bulan Ramadhan, kita berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga demokrasi yang bersih dan berintegritas semakin meningkat,” ungkap Tasran.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Luwu Utara, Muhajirin, dalam penyampaiannya menekankan pentingnya implementasi demokrasi secara kaffa dalam kehidupan sehari-hari.

“Sub tema yang kita angkat adalah implementasi demokrasi secara kaffah. Artinya setiap sendi kehidupan mengandung nilai demokrasi. Dimana ada tempat dan waktu untuk berdiskusi tentang demokrasi maka hal itu bisa dilakukan, termasuk di sela-sela ibadah di bulan Ramadhan,” ungkap Muhajirin.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat citra Bawaslu sebagai lembaga yang menjunjung tinggi nilai demokrasi serta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Melalui diskusi seperti ini, masyarakat dapat memahami hal-hal yang dilarang dalam demokrasi, seperti praktik money politic yang jelas melanggar hukum. Terakhir, saya mengingatkan kepada seluruh elemen Bawaslu Luwu Utara agar mencintai Bawaslu dan tidak menjadikannya sebagai pekerjaan sampingan,” tegasnya.

Ngabuburit Pengawasan

Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini, Bawaslu Kabupaten Luwu Utara berharap dapat memperkuat soliditas kelembagaan, meningkatkan literasi demokrasi masyarakat, serta menjaga semangat pengawasan pemilu yang berintegritas menjelang tahapan pemilu mendatang.

Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Luwu Utara 

Editor: Humas Bawaslu Luwu Utara